Penghitungan Subnetting
May 15, 2009
idur
Konsep TCP/IP
Kali ini saatnya kita mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu?
Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa:
192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan:
Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 - 2 = 62 host
3. Blok Subnet = 256 - 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
1.
Subnet
192.168.1.0
192.168.1.64
192.168.1.128
192.168.1.192
Host Pertama
192.168.1.1
192.168.1.65
192.168.1.129
192.168.1.193
Host Terakhir
192.168.1.62
192.168.1.126
192.168.1.190
192.168.1.254
Broadcast
192.168.1.63
192.168.1.127
192.168.1.191
192.168.1.255
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah:
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah:
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
Ok, kita coba satu soal untuk Class B dengan network address 172.16.0.0/18.
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 - 2 = 16.382 host
3. Blok Subnet = 256 - 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.
4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0
172.16.64.0
172.16.128.0
172.16.192.0
Host Pertama
172.16.0.1
172.16.64.1
172.16.128.1
172.16.192.1
Host Terakhir
172.16.63.254
172.16.127.254
172.16.191.254
172.16.255.254
Broadcast
172.16.63.255
172.16.127.255
172.16.191.255
172.16..255.255
Masih bingung? Ok kita coba satu lagi untuk Class B.Bagaimana dengan network address 172.16.0.0/25.
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 27 - 2 = 126 host
3. Blok Subnet = 256 - 128 = 128.
4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 … 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 … 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 … 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 … 172.16.255.255
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan ;)
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa:
10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
2. Jumlah Host per Subnet = 216 - 2 = 65534 host
3. Blok Subnet = 256 - 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
10.0.0.0 10.1.0.0 … 10.254.0.0 10.255.0.0
Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 … 10.254.0.1 10.255.0.1
Host Terakhir 10.0.255.254 10.1.255.254 … 10.254.255.254 10.255.255.254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 … 10.254.255.255 10.255.255.255
Mudah-mudahan setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya ;)
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x - 2
Selasa, 23 Februari 2010
Diposting oleh ^PLag!!yAdtH c!Nta^ di 19.35 0 komentar
Lapisan – Lapisan Menurut OSI
Oleh Faisal Akib
1. Lapisan Fisik
Karakteristik perangkat keras yang mentransmisikan sinyal data. Lapisan fisik melakukan fungsi pengiriman dan penerimaan bit stream dalam medium fisik. Dalam lapisan ini kita akan mengetahui spesifikasi mekanikal dan elektrikal daripada media transmisi serta antarmukanya. Hal-hal penting yang dapat dibahas lebih jauh dalam lapisan fisik ini adalah:
* Karakteristik fisik daripada media dan antarmuka.
* Representasi bit-bit. Maksudnya lapisan fisik harus mampu menterjemahkan bit 0 atau 1, juga termasuk pengkodean dan bagaimana mengganti sinyal 0 ke 1 atau sebaliknya.
* Data rate (laju data).
* Sinkronisasi bit.
* Line configuration (Konfigurasi saluran). Misalnya: point-to-point atau point-to-multipoint configuration.
* Topologi fisik. Misalnya: mesh topology, star topology, ring topology atau bus topology.
* Mode transmisi. Misalnya : half-duplex mode, full-duplex (simplex) mode.
Gambar
Gambar 3.5 Lapisan Fisik / Physical Lyer
2. Lapisan Data-Link
Pengiriman data melintasi jaringan fisik. Lapisan data link berfungsi mentransformasi lapisan fisik yang merupakan fasilitas transmisi data mentah menjadi link yang reliabel. Lapisan ini menjamin informasi bebas error untuk ke lapisan di atasnya.
Gambar 3.6 Lapisan Data Link
Gambar 3.6 Lapisan Data Link
Tanggung jawab utama lapisan data link ini adalah sebagai berikut :
* Framing. Yaitu membagi bit stream yang diterima dari lapisan network menjadi unit-unit data yang disebut frame.
* Physical addressing. Jika frame-frame didistribusikan ke sistem lainpada jaringan, maka data link akan menambahkan sebuah header di muka frame untuk mendefinisikan pengirim dan/atau penerima.
* Flow control. Jika rate atau laju bit stream berlebih atau berkurang maka flow control akan melakukan tindakan yang menstabilkan laju bit.
* Error control. Data link menambah reliabilitas lapisan fisik dengan penambahan mekanisme deteksi dan retransmisi frame-frame yang gagal terkirim.
* Access control. Jika 2 atau lebih device dikoneksi dalam link yang sama, lapisan data link perlu menentukan device yang mana yang harus dikendalikan pada saat tertentu.
3. Lapisan Network
Hubungan lintas jaringan dan mengisolasi layer yang lebih tinggi. Pengalamatan dan pengiriman data. Lapisan network bertanggung jawab untuk pengiriman paket dengan konsep source-to-destination. Adapun tanggung jawab spesifik lapisan network ini adalah:
* Logical addressing. Bila pada lapisan data link diimplementasikan physical addressing untuk penangan pengalamatan/addressing secara lokal, maka pada lapisan network problematika addressing untuk lapisan network bisa mencakup lokal dan antar jaringan/network. Pada lapisan network ini logical address ditambahkan pada paket yang datang dari lapisan data link.
* Routing. Jaringan-jaringan yang saling terhubung sehingga membentuk internetwork diperlukan metoda routing/perutean. Sehingga paket dapat ditransfer dari satu device yang berasal dari jaringan tertentu menuju device lain pada jaringan yang lain.
Gambar 3.7 Lapisan Network
Gambar 3.7 Lapisan Network
4. Lapisan Transport
Menjamin penerima mendapatkan data seperti yang dikirimkan. Lapisan transport bertanggung jawab untuk pengiriman source-to-destination (end-to-end) daripada jenis message tertentu. Tanggung jawab spesifik lapisan transport ini adalah:
* Sevice-point addressing. Komputer sering menjalankan berbagai macam program atau aplikasi yang berlainan dalam saat bersamaan. Untuk itu dengan lapisan transport ini tidak hanya menangani pengiriman/delivery source-to-destination dari computer yang satu ke komputer yang lain saja namun lebih spesifik kepada delivery jenis message untuk aplikasi yang berlainan. Sehingga setiap message yang berlainan aplikasi harus memiliki alamat/address tersendiri lagi yang disebut service point address atau port address.
* Segmentation dan reassembly. Sebuah message dibagi dalam segmen-segmen yang terkirim. Setiap segmen memiliki sequence number. Sequence number ini yang berguna bagi lapisan transport untuk merakit/reassembly segmen-segman yang terpecah atau terbagi tadi menjadi message yang utuh.
* Connection control. Lapisan transport dapat berperilaku sebagai connectionless atau connection-oriented.
* Flow control. Seperti halnya lapisan data link, lapisan transport bertanggung jawab untuk kontrol aliran (flow control). Bedanya dengan flow control di lapisan data link adalah dilakukan untuk end-to-end.
* Error control. Sama fungsi tugasnya dengan error control di lapisan data link, juga berorientasi end-to-end.
Gambar 3.8 Lapisan Transport
Gambar 3.8 Lapisan Transport
5. Lapisan Sesi
Hubungan antar aplikasi yang berkomunikasi. Layanan yang diberikan oleh tiga layer pertama (fisik, data link dan network) tidak cukup untuk beberapa proses. Maka pada lapisan session ini dibutuhkan dialog controller. Tanggung jawab spesifik:
* Dialog control.
* Sinkronisasi
Gambar 3.9 Lapisan Sesi
Gambar 3.9 Lapisan Sesi
6. Lapisan Presentasi
Rutin standard mempresentasikan data. Presentation layer lebih cenderung pada syntax dan semantic pada pertukaran informasi dua sistem. Tanggung jawab spesifik:
* Translasi
* Enkripsi
* Kompresi
Gambar 3.10 Lapisan Presentasi
Gambar 3.10 Lapisan Presentasi
7. Lapisan Aplikasi
interface antara aplikasi yang dihadapi user and resource jaringan yang diakses. Sesuai namanya, lapisan ini menjembatani interaksi manusia dengan perangkat lunak/software aplikasi.
Gambar Lapisan Aplikasi
Gambar 3.11 Lapisan Aplikasi
Setiap layer menyediakan layanan bagi layer yang ada di atasnya, dan membutuhkan layanan dari layer di bawahnya.
Gambar 3.12
Gambar 3.12 Hubungan antara satu lapisan dengan lainnya
Diposting oleh ^PLag!!yAdtH c!Nta^ di 19.03 0 komentar
Sabtu, 30 Januari 2010
Trik Menghemat Tenaga Listrik Pada Berbagai Peralatan Listrik
Trik Menghemat
Tenaga Listrik Pada Berbagai Peralatan Listrik
1. Lampu Penerangan.
* Gunakan lampu hemat energi.
* Matikan lampu bila tidak diperlukan.
* Lengkapi lampu TL dengan kondensor.
2. Peralatan Televisi, Radio dan Tape Recorder.
Nyalakan televisi, radio dan tape recorder Anda bila benar-benar ingin ditonton atau didengarkan dan segera matikan bila sudah tidak dipergunakan.
3. Lemari Es.
Setiap penurunan suhu (temperature) untuk mendinginkan isi lemari es memerlukan tambahan energi listrik. Agar tidak terlalu boros penggunaan listriknya:
* Pilihlah lemari es/freezer yang hemat energi.
* Jangan masukkan makanan/minuman yang masih panas kedalam kulkas/freezer.
* Atur suhu udara sesuai kebutuhan. Suhunya jangan terlalu rendah, karena akan semakin banyak mengkonsumsi energi listrik.
* Tempatkan kulkas/freezer ditempat yang jauh dari sumber panas (kompor/sinar matahari).
* Tutup rapat dan buka seperlunya pintu lemari es/freezer.
* Isi secukupnya (jangan terlalu penuh) agar peredaran udara dingin terhambat.
4. Mesin Cuci
Gunakan mesin cuci bila jumlah cucian sudah sesuai dengan kapasitas mesin cuci itu sendiri (misalnya 3,5 Kg atau 5 Kg.
5. Pendingin Ruangan (AC).
Seperti halnya lemari es/freezer, semakin rendah suhu ruangan yang dikehendaki maka makin banyak energi listrik yang digunakan. Cara menghemat penggunaaan AC adalah :
* Atur suhu ruangan sesuai keperluan, jangan terlalu dingin.
* Matikan AC bila ruangan tidak digunakan.
6. Kompor, Penanak Nasi dan Oven Listrik.
Rencanakan dengan baik masalah yang ingin anda buat, agar waktu menyala alat-alat ini bisa seminimal mungkin.
7. Pemanas Air Listrik untuk Mandi.
* Jangan biarkan pemanas air menyala sepanjang hari.
* Nyalakan listrik beberapa saat sebelum digunakan, dan segera matikan kembali bila tidak dibutuhkan.
8. Pompa Air.
Pompa air menggunakan motor listrik. Untuk menghemat listrik, pasanglah pompa air sesuai kebutuhan.
Gunakan tangki penampung air, agar pompa air listrik bisa dipergunakan lebih teratur. Usahakan tidak menyalakan pompa air, kalau air ditangki penampung masih bisa memenuhi kebutuhan.
9. Setrika Listrik.
Saat ini hampir semua setrika listrik sudah dilengkapi dengan alat yang menghidupkan dan mematikan aliran listrik secara otomatis. Untuk menghemat listrik, gunakan setrika listrik dengan panas sesuai kebutuhan jenis bahan pakaian.
10. Penghisap Debu (vacuum cleaner).
* Bersihkan saringan debu secara rutin agar motor listrik tidak bekerja lebih berat (karena akan menggunakan energi listrik lebih banyak).
* Gunakan vacuum cleaner untuk tempat-tempat yang sesuai kebutuhan.
* Matikan vacuum cleaner apabila motor menjadi panas atau terjadi perubahan suara motor kemungkinan terjadi sesuatu yang mengganggu kerja alat ini.
11. Kipas Angin.
* Buka ventilasi/jendela rumah untuk memperlancar udara kedalam rumah.
* Pilih kipas angin yang dilengkapi pengatur waktu (timer) dan atur timer sesuai kebutuhan.
* Atur kecepatan kipas angin sesuai kebutuhan.
* Matikan kipas angin bila tidak diperlukan.
Diposting oleh ^PLag!!yAdtH c!Nta^ di 20.37 0 komentar
Jumat, 29 Januari 2010
Ku Ingin Kau Mati Saja - Souljah
Ku Ingin Kau Mati Saja
baby we're good friends for so long
kau bilang sayang entah benar atau bohong
bilang rindu and all of your feeling
do you really really mean all of those thing
saat aku akan berikan cintaku
you are changing who the hell are you
apa maksudmu hancurkan harapanku
are you happy breaking my heart in two
*)
demi dirinya kau biarkan ku menangis
demi dirinya kau biarkan ku menanti
**)
dan kau takkan bisa lari
karena ku ingin kau mati
Reff :
kuingin kau mati saja
kuingin kau pergi saja
ku tak akan menunggu
tak lagi harapkanmu
Back to Reff
dimalam ini ku yakin
kau bersama orang lain
s'mua ucapanmu kini
bagai sebuah angin lalu
kau bilang padaku kau butuh
diriku tuk disampingmu
tapi kenyataannya kau tak ada disisiku
sudah lupakan
lupakan saja s'mua cerita
yang terjalin
terjalin diantara kita
tak sanggup lagi diriku untuk berkata kata
karna kuingin
kuingin kau mati saja
Back to *)
Back to **)
Back to Reff 2x
***)
kuingin kau mati saja
kuingin kau pergi saja
Back to ***) 2x
kuingin kau mati saja
Diposting oleh ^PLag!!yAdtH c!Nta^ di 20.00 0 komentar
Selasa, 19 Januari 2010
Router dan Gateway, apa bedanya?
Router dan Gateway, apa bedanya?
Router adalah adalah komponen jaringan yang bertugas routing paket dari suatu jaringan ke jaringan lain. Atau dapat disebut juga sebagai sebuah mesin (bisa berupa computer desktop atauapun sebuah alat khusus) yang digunakan untuk menyalurkan paket-paket yang dikirimkan oleh sebuah network ke network lain dengan melakukan suatu filtering terhadap paket2 yang dikirim hanya pada protocol TCP/IP. Router pada system OSI berjalan pada layer Network layer. Sebuah network yang dihubungkan dengan sebuah router dianggap dua network yang berbeda sehingga tidak dapat berhubungan secara langsung Routing dapat diimplementasikan secara langsung dan secara tidak langsung. Secara langsung bila paket dikirimkan dari dan dengan tujuan yang masih dalam satu jaringan. Misal dari A1 ke B1. Sedangkan routing tidak langsung yaitu dari A1 ke B2 yang harus melewati router 1 dan router 2. Router saat ini dapat berupa rangkaian tersendiri misalnya yang terkenal Cisco Router. Atau dapat berupa komputer yang tentu saja memiliki lebih dari satu ethernet card dapat menggunakan software seperti LRP (Linux Router Project).
Gateway adalah komputer yang bertugas sebagai pengkonversi protokol antara tipe jaringan yang berbeda ataupun aplikasi yang berbeda. Contohnya gateway dapat mengkonversi paket TCP/IP ke paket IPX pada Netware demikian pula sebaliknya atau dari AppleTalk ke DECnet dari SNA ke AppleTalk dan lain sebagainya. Gateway sebagai pintu gerbang kita untuk ke dunia luar (internet), maka semua paket yang keluar dari jaringan intern kita akan melalui gateway ini. Karena gateway sebagai pintu gerbang, maka untuk melindungi jaringan didalamnya dari ancaman luar dapat dipasang firewall. Selain itu gateway kadang berfungsi sebagai proxy server.
Diposting oleh ^PLag!!yAdtH c!Nta^ di 21.56 0 komentar
Mengenali ifconfig
Mengenali ifconfig
Untuk melakukan konfigurasi jaringan, di Sistem Operasi Linux, menggunakan perintah dasar ifconfig ifconfig ini memiliki opsi dasar
$ ifconfig
contoh:
$ ifconfig eth0 192.168.0.1
Jika didalam komputer terdapat dua LAN card atau lebih, dapat dilihat dahulu daftar LAN card yang terdeteksi dengan perintah ifconfig tanpa opsi
contoh:
$ ifconfig
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:02:44:3B:49:91
inet addr:10.13.177.11 Bcast:10.13.255.255 Mask:255.255.0.0
inet6 addr: fe80::202:44ff:fe3b:4991/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:3383763 errors:330 dropped:817 overruns:330 frame:0
TX packets:457390 errors:0 dropped:0 overruns:1 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:2682586516 (2.4 GiB) TX bytes:36126278 (34.4 MiB)
Interrupt:5 Base address:0x2000
lo Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
RX packets:8 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:8 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:776 (776.0 b) TX bytes:776 (776.0 b)
untuk melihat daftar jaringan yang lebih lengkap, atau melihat apa saja yang tersedia, perintah ifconfig ditambah opsi -a yang berarti all contoh hasil:
$ ifconfig -a
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:02:44:3B:49:91
inet addr:10.13.177.11 Bcast:10.13.255.255 Mask:255.255.0.0
inet6 addr: fe80::202:44ff:fe3b:4991/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:3383763 errors:330 dropped:817 overruns:330 frame:0
TX packets:457390 errors:0 dropped:0 overruns:1 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:2682586516 (2.4 GiB) TX bytes:36126278 (34.4 MiB)
Interrupt:5 Base address:0x2000
eth1 Link encap:Ethernet HWaddr 00:e2:c4:fB:d1:91
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:1 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 TX bytes:0
Interrupt:5 Base address:0x2000
lo Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
RX packets:8 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:8 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:776 (776.0 b) TX bytes:776 (776.0 b)
Memberikan Alamat IP
untuk memberikan ip pada lancard yang kedua tinggal berikan ip yang sesuai dan tuliskan ke device yang bersangkutan, contoh:
$ ifconfig eth1 192.168.10.1
pada jaringan dengan aturan-aturan khusus, seperti pada subnet, opsi ifconfig menjadi seperti berikut
$ ifconfig
Pada umumnya, konfigurasi alamat ip cukup seperti diatas, untuk tingkatan konfigurasi yang lebih pakar, dapat dibaca pada panduan ifconfig dengan perintah
$ man ifconfig
Seluruh file konfigurasi pada ifconfig tersimpan pada /etc/network/interfaces
Memberikan Alamat Gateway
Perintah route ini secara dasar digunakan untuk mengisikan gateway pada sistem, tapi secara umum, perintah route ini dapat melalukan fungsi routing, atau memberikan arahan pada jaringan dan/atau sub-jaringan yang ada. Komputer yang diterapkan aturan route ini, maka komputer tersebut sudah dapat disebut sebagai router Untuk mengisikan gateway (default gateway) digunakan perintah route add default gateway
$ route add default gateway 192.168.0.254
untuk melihat hasil route dapat dilihat dengan perintah
$ route -n
contoh:
$ route -n
Kernel IP routing table
Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
169.254.0.0 0.0.0.0 255.255.0.0 U 1000 0 0 eth0
10.13.0.0 0.0.0.0 255.255.0.0 U 0 0 0 eth0
0.0.0.0 10.13.1.254 0.0.0.0 UG 0 0 0 eth0
Untuk menghapus gateway, digunakan perintah
$ route del default gateway
contoh:
$ route del default gateway 192.168.0.254
Untuk berperan sebagai router, menggunakan opsi sebagai berikut
$ route add -net
Keterangan;
*
alamat_jaringan: berupa alamat jaringan yang akan dirutekan oleh router, format alamat jaringan ini berkaitan erat dengan netmask-nya
*
susunan_netmask: berupa susunan netmask untuk menunjukkan bagian mana yang alamat jaringan dan alamat host
*
alamat_gateway: merupakan gateway dari alamat jaringan yang ingin dihubungkan, umumnya berisi alamat ip yang berada satu kelompok dengan alamat jaringan router
*
nama_eth: eth yang mana yang digunakan untuk terhubung dengan gateway di jaringan tersebut.
contoh:
$ route add -net 192.168.30.0 netmask 255.255.255.0 gateway 192.168.10.1 dev eth1
Jika dilihat table route-nya maka akan menghasilkan table berikut
$ route -n
Kernel IP routing table
Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
192.168.30.0 192.168.10.1 255.255.255.0 U 1000 0 0 eth1
169.254.0.0 0.0.0.0 255.255.0.0 U 1000 0 0 eth0
10.13.0.0 0.0.0.0 255.255.0.0 U 0 0 0 eth0
0.0.0.0 10.13.1.254 0.0.0.0 UG 0 0 0 eth0
Memberikan Nameserver
Di berkas /etc/resolv.conf tersimpan alamat DNS server yang bertugas meresolve (menerjemahkan) alamat yang berbasis nama, ke alamat ip. Jadi misalkan kita mengetikkan ugm.ac.id maka sistem akan mengirimkan nama ugm.ac.id ini ke DNS server yang tercatat di berkas ini, dan mengembalikan kepada sistem alamat ip-nya. Untuk memberikan alamat DNS server cukup mudah.. cukup buka berkas /etc/resolv.conf dengan editor favorit anda;
$ sudo vim /etc/resolv.conf
kemudian tambahkan baris
nameserver
contoh:
nameserver 172.16.30
Diposting oleh ^PLag!!yAdtH c!Nta^ di 21.52 0 komentar
Menghitung IP Address dengan Cepat
Menghitung IP Address dengan Cepat
Jika anda ingin menjadi seorang Network Administrator salah tiga syarat utamanya adalah memahami TCP/IP tidak hanya secara Konsep tetapi juga Desain dan Implementasinya.
Dalam tutorial ini saya ingin membagi pengertian yang saya pahami dalam menghitung IP Adress secara cepat.
Kita mulai ... lebih cepat lebih baik...
Mungkin anda sudah sering men-setting jaringan dengan protokol TCP/IP dan menggunakan IP Address 192.168.0.1, 192.168.0.2, 192.168.0.3, ...dst dengan netmask (subnet) 255.255.255.0 . Namun pernahkah terpikir untuk menggunakan IP selain IP tersebut ? misalnya :
192.168.100.1 netmask 255.255.255.248 atau
192.168.50.16 netmask 255.255.255.240 ...???
Teori Singkat & Umum
Untuk mempelajari IP diperlukan pengetahuan tentang Logika dan Sitem Bilangan Biner. Tentang bagaimana cara mengkonversi bilangan Biner ke dalam bilangan Decimal atau menjadi BIlangan HexaDecimal, silahkan baca tutorial Sistem Bilangan Logika [Not Finished Yet] yang juga saya tulis dalam bentuk ringkasan. IP Address yang akan kita pelajari ini adalah IPv.4 yang berisi angka 32 bit binner yang terbagi dalam 4x8 bit.
Conto :
8 bit 8 bit 8 bit 8 bit
192.168.0.1 -> 1 1 0 0 0 0 0 0 . 1 0 1 0 1 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0 1
192 . 168 . 0 . 1
Hal yang perlu dipahami dalam penggunaan IP Address secara umum adalah sebagai berikut :
Kelas IP
IP Address di bagi menjadi 5 kelas yakni A, B, C, D dan E. Dasar pertimbangan pembagian kelas ini adalah untuk memudahkan pendistribusian pendaftaran IP Address.
# Kelas A
Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar
Bit Pertama : 0
Net-ID : 8 bit
Host-ID : 24 bit
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx - 126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP : 16.777.214
Note : 0 dan 127 dicadangkan, 0.0.0.0 dan 127.0.0.0 biasanya dipakai untuk localhost.
# Kelas B
Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar
2 Bit Pertama : 10
Net-ID : 16 bit
Host-ID : 16 bit
Range IP : 128.xxx.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx
Jumlah IP : 65.532
# Kelas C
3 Bit Pertama : 110
Net-ID : 24 bit
Host-ID : 16 bit
Range IP : 192.xxx.xxx.xxx - 223.255.255.255
Jumlah IP : 254
# Kelas D
4 Bit Pertama : 1110
Byte Inisial : 224 - 247
Note : Kelas D ini digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya Net-ID dan Host-ID
# Kelas E
4 Bit Pertama : 1111
Byte Inisial : 248 - 255
Note : Kelas E ini digunakan untuk keperluan Eksperimental
-> Network ID (Net-ID)
Adalah IP address yang menunjukkan Nomor Jaringan (identitas segmen)
Conto :
1. Sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 - 192.168.0.255 netmask 255.255.255.0 maka Net-ID nya adalah 192.168.0.0.
2. Sebuah jaringan dengan IP range 192.168.5.16 - 192.168.5.31/28 maka Net-ID nya adalah 192.168.5.16
Note : Net-ID adalah IP pertama dari sebuah segmen. Dalam implementasinya IP ini tidak dapat digunakan pada sebuah host.
-> IP Broadcast
Adalah IP address yang digunakan untuk broadcast. Dari conto di atas maka IP Broadcast nya adalah 192.168.0.255 .
Note : IP Broadcast adalah IP terakhir dari sebuah segmen (kebalikan dari Net-ID). Dalam implementasinya IP ini juga tidak dapat digunakan pada sebuah host.
-> Subnet Mask (Netmask)
# Adalah angka binner 32 bit yang digunakan untuk : membedakan Net-ID dan Host-ID
# menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar
Kelas A : 11111111.00000000.00000000.00000000 = 255.0.0.0
Kelas B : 11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0
Kelas C : 11111111.11111111.11111111.00000000 = 255.255.255.0
Conto :
sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 - 192.168.0.255 maka Netmask nya adalah : 255.255.255.0 .
-> Prefix
Adalah penulisan singkat dari sebuah Netmask. Dari conto juga maka prefix nya adalah 24 maka menuliskan prefix-nya 192.168.0.0/24
-> Jumlah IP yang tersedia
Adalah jumlah IP address yang tersedia dalam sebuah segmen (blok). Dari conto di atas maka Jumlah IP yang tersedia sebanyak 256 (192.168.0.0 - 192.168.0.255)
Note : Dalam implementasinya tidak semua IP yang tersedia dapat digunakan karena ada 2 IP yang akan digunakan sebagai Net-ID dan Broadcast..
-> Jumlah Host
Adalah jumlah dari IP address yang dapat dipakai dalam sebuah segmen. Dari conto di atas maka jumlah host-nya adalah 254 (192.168.0.1 - 192.168.0.254). IP 192.168.0.0 sebagai Net-ID dan 192.168.0.255 sebagai Broadcast-nya.
Note : Jumlah Host = Jumlah IP yg tersedia - 2
-> IP Public
Adalah IP address yang dapat dikenali di jaringan internet.
Conto :
202.95.144.4, 64.3.2.45, 4.2.2.1 dst
Note : IP Public akan kita dapatkan jika kita berlangganan Leased Line.
-> IP Private
Adalah IP address yang hanya dapat dikenali di jaringan local (LAN).
Conto :
192.168.1.1, 192.168.0.5, 192.168.10.200 dst
Note : IP Private dapat kita gunakan semau kita untuk membangun LAN tanpa harus berlangganan Internet seperti Leased Line.
Memulai Perhitungan
Perhatikan kombinasi angka dibawah ini :
Cara membaca :
Kombinasi angka tersebut adalah untuk netmask 255.255.255.0 yang apabila di konversi ke Bilangan Biner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000. Kita ambil 8 bit terakhir yaitu .00000000.
Apabila pada kolom pertama di beri nilai '1' dan yg lainnya bernilai '0' ( .10000000 ) maka
1. Jumlah IP yang kita miliki (tersedia) sebanyak 128 nomor
2. Netmask yang harus dipakai adalah 255.255.255.128
3. Kita dapat menuliskan IP tersebut 192.168.0.0/25 dengan 25 sebagai nilai prefix-nya.
4. Jumlah segmen yang terbentuk sebanyak 2 yaitu
192.168.0.0 - 192.168.0.127 -> sesuai dgn point 1. IP yang tersedia sebanyak 128 buah tiap segmen
192.168.0.128 - 192.168.0.255
5. Jumlah IP yang dapat dipakai untuk host sebanyak 126 setelah dikurangi dengan Net-ID dan Broadcast .
Diposting oleh ^PLag!!yAdtH c!Nta^ di 21.30 0 komentar
