CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Selasa, 19 Januari 2010

Mengenali ifconfig

Mengenali ifconfig

Untuk melakukan konfigurasi jaringan, di Sistem Operasi Linux, menggunakan perintah dasar ifconfig ifconfig ini memiliki opsi dasar

$ ifconfig

contoh:

$ ifconfig eth0 192.168.0.1

Jika didalam komputer terdapat dua LAN card atau lebih, dapat dilihat dahulu daftar LAN card yang terdeteksi dengan perintah ifconfig tanpa opsi

contoh:

$ ifconfig
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:02:44:3B:49:91
inet addr:10.13.177.11 Bcast:10.13.255.255 Mask:255.255.0.0
inet6 addr: fe80::202:44ff:fe3b:4991/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:3383763 errors:330 dropped:817 overruns:330 frame:0
TX packets:457390 errors:0 dropped:0 overruns:1 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:2682586516 (2.4 GiB) TX bytes:36126278 (34.4 MiB)
Interrupt:5 Base address:0x2000

lo Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
RX packets:8 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:8 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:776 (776.0 b) TX bytes:776 (776.0 b)

untuk melihat daftar jaringan yang lebih lengkap, atau melihat apa saja yang tersedia, perintah ifconfig ditambah opsi -a yang berarti all contoh hasil:

$ ifconfig -a
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:02:44:3B:49:91
inet addr:10.13.177.11 Bcast:10.13.255.255 Mask:255.255.0.0
inet6 addr: fe80::202:44ff:fe3b:4991/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:3383763 errors:330 dropped:817 overruns:330 frame:0
TX packets:457390 errors:0 dropped:0 overruns:1 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:2682586516 (2.4 GiB) TX bytes:36126278 (34.4 MiB)
Interrupt:5 Base address:0x2000

eth1 Link encap:Ethernet HWaddr 00:e2:c4:fB:d1:91
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:1 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 TX bytes:0
Interrupt:5 Base address:0x2000

lo Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
RX packets:8 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:8 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:776 (776.0 b) TX bytes:776 (776.0 b)

Memberikan Alamat IP

untuk memberikan ip pada lancard yang kedua tinggal berikan ip yang sesuai dan tuliskan ke device yang bersangkutan, contoh:

$ ifconfig eth1 192.168.10.1

pada jaringan dengan aturan-aturan khusus, seperti pada subnet, opsi ifconfig menjadi seperti berikut

$ ifconfig netmask

Pada umumnya, konfigurasi alamat ip cukup seperti diatas, untuk tingkatan konfigurasi yang lebih pakar, dapat dibaca pada panduan ifconfig dengan perintah

$ man ifconfig

Seluruh file konfigurasi pada ifconfig tersimpan pada /etc/network/interfaces
Memberikan Alamat Gateway

Perintah route ini secara dasar digunakan untuk mengisikan gateway pada sistem, tapi secara umum, perintah route ini dapat melalukan fungsi routing, atau memberikan arahan pada jaringan dan/atau sub-jaringan yang ada. Komputer yang diterapkan aturan route ini, maka komputer tersebut sudah dapat disebut sebagai router Untuk mengisikan gateway (default gateway) digunakan perintah route add default gateway contoh:

$ route add default gateway 192.168.0.254

untuk melihat hasil route dapat dilihat dengan perintah

$ route -n

contoh:

$ route -n
Kernel IP routing table
Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
169.254.0.0 0.0.0.0 255.255.0.0 U 1000 0 0 eth0
10.13.0.0 0.0.0.0 255.255.0.0 U 0 0 0 eth0
0.0.0.0 10.13.1.254 0.0.0.0 UG 0 0 0 eth0

Untuk menghapus gateway, digunakan perintah

$ route del default gateway

contoh:

$ route del default gateway 192.168.0.254

Untuk berperan sebagai router, menggunakan opsi sebagai berikut

$ route add -net netmask gateway dev

Keterangan;

*
alamat_jaringan: berupa alamat jaringan yang akan dirutekan oleh router, format alamat jaringan ini berkaitan erat dengan netmask-nya
*
susunan_netmask: berupa susunan netmask untuk menunjukkan bagian mana yang alamat jaringan dan alamat host
*
alamat_gateway: merupakan gateway dari alamat jaringan yang ingin dihubungkan, umumnya berisi alamat ip yang berada satu kelompok dengan alamat jaringan router
*
nama_eth: eth yang mana yang digunakan untuk terhubung dengan gateway di jaringan tersebut.

contoh:

$ route add -net 192.168.30.0 netmask 255.255.255.0 gateway 192.168.10.1 dev eth1

Jika dilihat table route-nya maka akan menghasilkan table berikut

$ route -n
Kernel IP routing table
Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
192.168.30.0 192.168.10.1 255.255.255.0 U 1000 0 0 eth1
169.254.0.0 0.0.0.0 255.255.0.0 U 1000 0 0 eth0
10.13.0.0 0.0.0.0 255.255.0.0 U 0 0 0 eth0
0.0.0.0 10.13.1.254 0.0.0.0 UG 0 0 0 eth0

Memberikan Nameserver

Di berkas /etc/resolv.conf tersimpan alamat DNS server yang bertugas meresolve (menerjemahkan) alamat yang berbasis nama, ke alamat ip. Jadi misalkan kita mengetikkan ugm.ac.id maka sistem akan mengirimkan nama ugm.ac.id ini ke DNS server yang tercatat di berkas ini, dan mengembalikan kepada sistem alamat ip-nya. Untuk memberikan alamat DNS server cukup mudah.. cukup buka berkas /etc/resolv.conf dengan editor favorit anda;

$ sudo vim /etc/resolv.conf

kemudian tambahkan baris

nameserver

contoh:

nameserver 172.16.30

Menghitung IP Address dengan Cepat

Menghitung IP Address dengan Cepat


Jika anda ingin menjadi seorang Network Administrator salah tiga syarat utamanya adalah memahami TCP/IP tidak hanya secara Konsep tetapi juga Desain dan Implementasinya.
Dalam tutorial ini saya ingin membagi pengertian yang saya pahami dalam menghitung IP Adress secara cepat.

Kita mulai ... lebih cepat lebih baik...

Mungkin anda sudah sering men-setting jaringan dengan protokol TCP/IP dan menggunakan IP Address 192.168.0.1, 192.168.0.2, 192.168.0.3, ...dst dengan netmask (subnet) 255.255.255.0 . Namun pernahkah terpikir untuk menggunakan IP selain IP tersebut ? misalnya :

192.168.100.1 netmask 255.255.255.248 atau
192.168.50.16 netmask 255.255.255.240 ...???

Teori Singkat & Umum
Untuk mempelajari IP diperlukan pengetahuan tentang Logika dan Sitem Bilangan Biner. Tentang bagaimana cara mengkonversi bilangan Biner ke dalam bilangan Decimal atau menjadi BIlangan HexaDecimal, silahkan baca tutorial Sistem Bilangan Logika [Not Finished Yet] yang juga saya tulis dalam bentuk ringkasan. IP Address yang akan kita pelajari ini adalah IPv.4 yang berisi angka 32 bit binner yang terbagi dalam 4x8 bit.
Conto :

8 bit 8 bit 8 bit 8 bit
192.168.0.1 -> 1 1 0 0 0 0 0 0 . 1 0 1 0 1 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0 1
192 . 168 . 0 . 1

Hal yang perlu dipahami dalam penggunaan IP Address secara umum adalah sebagai berikut :
Kelas IP

IP Address di bagi menjadi 5 kelas yakni A, B, C, D dan E. Dasar pertimbangan pembagian kelas ini adalah untuk memudahkan pendistribusian pendaftaran IP Address.
# Kelas A

Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar

Bit Pertama : 0
Net-ID : 8 bit
Host-ID : 24 bit
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx - 126.xxx.xxx.xxx
Jumlah IP : 16.777.214

Note : 0 dan 127 dicadangkan, 0.0.0.0 dan 127.0.0.0 biasanya dipakai untuk localhost.
# Kelas B
Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar

2 Bit Pertama : 10
Net-ID : 16 bit
Host-ID : 16 bit
Range IP : 128.xxx.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx
Jumlah IP : 65.532

# Kelas C

3 Bit Pertama : 110
Net-ID : 24 bit
Host-ID : 16 bit
Range IP : 192.xxx.xxx.xxx - 223.255.255.255
Jumlah IP : 254

# Kelas D

4 Bit Pertama : 1110
Byte Inisial : 224 - 247

Note : Kelas D ini digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya Net-ID dan Host-ID
# Kelas E

4 Bit Pertama : 1111
Byte Inisial : 248 - 255

Note : Kelas E ini digunakan untuk keperluan Eksperimental
-> Network ID (Net-ID)
Adalah IP address yang menunjukkan Nomor Jaringan (identitas segmen)
Conto :

1. Sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 - 192.168.0.255 netmask 255.255.255.0 maka Net-ID nya adalah 192.168.0.0.
2. Sebuah jaringan dengan IP range 192.168.5.16 - 192.168.5.31/28 maka Net-ID nya adalah 192.168.5.16

Note : Net-ID adalah IP pertama dari sebuah segmen. Dalam implementasinya IP ini tidak dapat digunakan pada sebuah host.
-> IP Broadcast
Adalah IP address yang digunakan untuk broadcast. Dari conto di atas maka IP Broadcast nya adalah 192.168.0.255 .

Note : IP Broadcast adalah IP terakhir dari sebuah segmen (kebalikan dari Net-ID). Dalam implementasinya IP ini juga tidak dapat digunakan pada sebuah host.
-> Subnet Mask (Netmask)
# Adalah angka binner 32 bit yang digunakan untuk : membedakan Net-ID dan Host-ID
# menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar

Kelas A : 11111111.00000000.00000000.00000000 = 255.0.0.0
Kelas B : 11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0
Kelas C : 11111111.11111111.11111111.00000000 = 255.255.255.0

Conto :
sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 - 192.168.0.255 maka Netmask nya adalah : 255.255.255.0 .
-> Prefix
Adalah penulisan singkat dari sebuah Netmask. Dari conto juga maka prefix nya adalah 24 maka menuliskan prefix-nya 192.168.0.0/24
-> Jumlah IP yang tersedia
Adalah jumlah IP address yang tersedia dalam sebuah segmen (blok). Dari conto di atas maka Jumlah IP yang tersedia sebanyak 256 (192.168.0.0 - 192.168.0.255)

Note : Dalam implementasinya tidak semua IP yang tersedia dapat digunakan karena ada 2 IP yang akan digunakan sebagai Net-ID dan Broadcast..
-> Jumlah Host
Adalah jumlah dari IP address yang dapat dipakai dalam sebuah segmen. Dari conto di atas maka jumlah host-nya adalah 254 (192.168.0.1 - 192.168.0.254). IP 192.168.0.0 sebagai Net-ID dan 192.168.0.255 sebagai Broadcast-nya.

Note : Jumlah Host = Jumlah IP yg tersedia - 2
-> IP Public
Adalah IP address yang dapat dikenali di jaringan internet.
Conto :
202.95.144.4, 64.3.2.45, 4.2.2.1 dst

Note : IP Public akan kita dapatkan jika kita berlangganan Leased Line.
-> IP Private
Adalah IP address yang hanya dapat dikenali di jaringan local (LAN).
Conto :
192.168.1.1, 192.168.0.5, 192.168.10.200 dst

Note : IP Private dapat kita gunakan semau kita untuk membangun LAN tanpa harus berlangganan Internet seperti Leased Line.

Memulai Perhitungan
Perhatikan kombinasi angka dibawah ini :

Cara membaca :
Kombinasi angka tersebut adalah untuk netmask 255.255.255.0 yang apabila di konversi ke Bilangan Biner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000. Kita ambil 8 bit terakhir yaitu .00000000.
Apabila pada kolom pertama di beri nilai '1' dan yg lainnya bernilai '0' ( .10000000 ) maka

1. Jumlah IP yang kita miliki (tersedia) sebanyak 128 nomor
2. Netmask yang harus dipakai adalah 255.255.255.128
3. Kita dapat menuliskan IP tersebut 192.168.0.0/25 dengan 25 sebagai nilai prefix-nya.
4. Jumlah segmen yang terbentuk sebanyak 2 yaitu

192.168.0.0 - 192.168.0.127 -> sesuai dgn point 1. IP yang tersedia sebanyak 128 buah tiap segmen
192.168.0.128 - 192.168.0.255

5. Jumlah IP yang dapat dipakai untuk host sebanyak 126 setelah dikurangi dengan Net-ID dan Broadcast .

Wi-Fi

Wi-Fi


Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.

Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.

Spesifikasi

Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:

* 802.11a
* 802.11b
* 802.11g
* 802.11n

Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.

Spesifikasi Wi-Fi Spesifikasi Kecepatan Frekuensi
Band Cocok
dengan
802.11b 11 Mb/s 2.4 GHz b
802.11a 54 Mb/s 5 GHz a
802.11g 54 Mb/s 2.4 GHz b, g
802.11n 100 Mb/s 2.4 GHz b, g, n

Di banyak bagian dunia, frekuensi yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan ijin dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya lebih sempit, lainnya sama.

Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:

* Channel 1 - 2,412 MHz;
* Channel 2 - 2,417 MHz;
* Channel 3 - 2,422 MHz;
* Channel 4 - 2,427 MHz;
* Channel 5 - 2,432 MHz;
* Channel 6 - 2,437 MHz;
* Channel 7 - 2,442 MHz;
* Channel 8 - 2,447 MHz;
* Channel 9 - 2,452 MHz;
* Channel 10 - 2,457 MHz;
* Channel 11 - 2,462 MHz

Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.

Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).

Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.

Tingginya animo masyarakat --khususnya di kalangan komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.

Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.

Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut --yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.

Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.

Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.

Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002 (www.analysys.com).
[sunting] Wi-fi Hardware
Wi-fi dalam bentuk PCI

Hardware wi-fi yang ada di pasaran saat ini ada berupa :

* PCI
* USB
* PCMCIA
* Compact Flash

Wi-fi dalam bentuk USB
[sunting] Mode Akses Koneksi Wi-fi

Ada 2 mode akses koneksi Wi-fi, yaitu
[sunting] Ad-Hoc

Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer, tanpa harus membeli access point
Infrastruktur

Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network).

Sistem Keamanan Wi-fi

Terdapat beberapa jenis pengaturan keamanan jaringan Wi-fi, antara lain:

1. WPA Pre-Shared Key
2. WPA RADIUS
3. WPA2 Pre-Shared Key Mixed
4. WPA2 RADIUS Mixed
5. RADIUS
6. WEP

Popularitas Wi-fi

Di Indonesia sendiri, penggunaan Internet berbasis Wi-Fi sudah mulai menggejala di beberapa kota besar. Di Jakarta, misalnya, para maniak Internet yang sedang berselancar sambil menunggu pesawat take off di ruang tunggu bandara, sudah bukan merupakan hal yang asing.

Fenomena yang sama terlihat diberbagai kafe --seperti Kafe Starbucks dan La Moda Cafe di Plaza Indonesia, Coffee Club Senayan, dan Kafe Coffee Bean di Cilandak Town Square-- dimana pengunjung dapat membuka Internet untuk melihat berita politik atau gosip artis terbaru sembari menyeruput cappucino panas.

Dewasa ini, bisnis telepon berbasis VoIP (Voice over Internet Protocol) juga telah menggunakan teknologi Wi-Fi, dimana panggilan telepon diteruskan melalui jaringan WLAN. Aplikasi tersebut dinamai VoWi-FI (Voice over Wi-Fi).

Beberapa waktu lalu, standar teknis hasil kreasi terbaru IEEE telah mampu mendukung pengoperasian layanan video streaming. Bahkan diprediksi, nantinya dapat dibuat kartu (card) berbasis teknologi Wi-Fi yang dapat disisipkan ke dalam peralatan eletronik, mulai dari kamera digital sampai consoles video game (ITU News 8/2003).

Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis dan kuantitas pengguna teknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia.

Meskipun demikian, pemerintah seyogyanya menyikapi fenomena tersebut secara bijak dan hati-hati. Pasalnya, secara teknologis jalur frekuensi --baik 2,4 GHz maupun 5 GHz-- yang menjadi wadah operasional teknologi Wi-Fi tidak bebas dari keterbatasan (Kompas, 5/2/2004).

Pasalnya, pengguna dalam suatu area baru dapat memanfaatkan sistem Internet nirkabel ini dengan optimal, bila semua perangkat yang dipakai pada area itu menggunakan daya pancar yang seragam dan terbatas.

Apabila prasyarat tersebut tidak diindahkan, dapat dipastikan akan terjadi harmful interference bukan hanya antar perangkat pengguna Internet, tetapi juga dengan perangkat sistem telekomunikasi lainnya.

Bila interferensi tersebut berlanjut --karena penggunanya ingin lebih unggul dari pengguna lainnya, maupun karenanya kurangnya pemahaman terhadap keterbatasan teknologinya-- pada akhirnya akan membuat jalur frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Keterbatasan lain dari kedua jalur frekuensi nirkabel ini (khususnya 2,4 GHz) ialah karena juga digunakan untuk keperluan ISM (industrial, science and medical).

Konsekuensinya, penggunaan komunikasi radio atau perangkat telekomunikasi lain yang bekerja pada pada pita frekuensi itu harus siap menerima gangguan dari perangkat ISM, sebagaimana tertuang dalam S5.150 dari Radio Regulation.

Dalam rekomendasi ITU-R SM.1056, diinformasikan juga karakteristik perangkat ISM yang pada intinya bertujuan mencegah timbulnya interferensi, baik antar perangkat ISM maupun dengan perangkat telekomunikasi lainnnya.

Rekomendasi yang sama menegaskan bahwa setiap anggota ITU bebas menetapkan persyaratan administrasi dan aturan hukum yang terkait dengan keharusan pembatasan daya.

Menyadari keterbatasan dan dampak yang mungkin timbul dari penggunaan kedua jalur frekuensi nirkabel tersebut, berbagai negara lalu menetapkan regulasi yang membatasi daya pancar perangkat yang digunakan.

Wireless WDS

Wireless WDS

Wireless Distribution System (WDS) Memungkinkan Interconnection Beberapa Access Point Dalam Suatu Environment Wireless Network

Dengan Wireless Distribution System (WDS) memungkinkan jaringan wireless dikembangkan menggunakan beberapa access point tanpa harus memerlukan backbone kabel jaringan untuk menghubungkan mereka, seperti cara tradisional. Keuntungan yang bisa kelihatan dari Wireless Distribution Systemdibanding solusi lainnya adalah bahwa dengan Wireless Distribution System, header MAC address dari paket traffic tidak berubah antar link access point. tidak seperti pada proses encapsulation misalnya pada komunikasi antar router yang selalu menggunakan MAC address pada hop berikutnya.

Suatu access point bisa menjadi sebuah station utama, relay, atau remote base station. Suatu base station utama pada umumnya dihubungkan dengan system Ethernet. Base station relay merelay station-2 kepada base station utama atau relay station lainnya. Remote base station menerima koneksi dari clients wireless dan melewatkannya ke main station atau ke relay station juga. Koneksi antar clients menggunakan MAC address dibanding memberikan spesifikasi IP address.

Semua base station dalam Wireless Distribution System (WDS) harus dikonfigure menggunakan channel radio yang sama, methoda inkripsi (tanpa inkripsi, WEP, atau WAP) dan juga kunci inkripsi yang sama. Mereka bisa dikonfigure dengan menggunakan SSID (service set identifiers) yang berbeda sebagai identitas. Wireless Distribution System (WDS) juga mengharuskan setiap base station untuk bisa melewatkan kepada lainnya didalam system.

Wireless Distribution System (WDS) bisa juga direferensikan sebagai mode repeater karena dia bisa tampak sebagai Bridge dan juga menerima wireless clients pada saat bersamaan (tidak seperti system bridge tradisional). Tetapi perlu juga diperhatikan bahwa throughput dalam metoda ini adalah menjadi setengahnya untuk semua clients yang terhubung secara wireless.

Wireless Distribution System (WDS) bisa digunakan dalam dua jenis mode konekstivitas antar Access point

* Wireless Bridging dimana komunikasi access points Wireless Distribution System hanya satu dengan lainnya (antar AP) dan tidak membolehkan wireless clients lainnya atau Station(STA) untuk mengaksesnya.
* Wireless repeater dimana access point berkomunikasi satu sama lain dan juga dengan wireless Station (STA)

Ada dua kerugian dalam system Wireless Distribution System (WDS) ini:

* Troughput efektif maksimum adalah terbagi dua setelah transmisi pertama (hop) dibuat. Misalkan, dalam kasus dua router dihubungkan system Wireless Distribution System (WDS), dan komunikasi terjadi antara satu komputer yang terhubung ke router A dengan sebuah laptop yang terhubung secara wireless dengan salah satu access point di router B, maka troughputnya adalah separuhnya, karena router B harus re-transmit informasi selama komunikasi antara dua belah sisi. Akan tetapi jika sebuah komputer dikoneksikan ke router A dan notebook di koneksi kan ke router B (tanpa melalui koneksi wireless), maka troughput tidak terbelah dua karena tidak ada re-transmit informasi.

Kunci inkripsi yang secara dinamis di berikan dan dirotasi biasanya tidak disupport dalam koneksi Wireless Distribution System (WDS). Ini berarti dynamic inkripsi WPA (Wi-Fi Protected Access) dan technology dynamic key lainnya dalam banyak kasus tidak dapat digunakan, walaupun WPA menggunakan pre-shared key adalah memungkinkan. Hal ini dikarenakan kurangnya standarisasi dalam issue ini, yang mungkin saja di selesaikan dengan standard 802.11s mendatang. Sebagai akibatnya cukuplah kunci static WEP dan WPA yang bisa digunakan dalam koneksi Wireless Distribution System, termasuk segala station yang difungsikan sebagai access point WDS repeater. Akan tetapi sekarang ini sudah banyak vendor yang telah engadopsi standard 802.11i dalam produk access point mereka sehingga WPA / WPA2 adalah standard keamanan koneksi mereka (setidaknya yang mereka claim).

Gambar dibawa ini adalah access point yang dihubungkan dengan WDS Link point-to-point.
WDS Point to Point - Diagram

WDS Point to Point - Diagram

Dengan Wireless Distribution System, anda bisa membangun infrastrucktur wireless tanpa harus membangun backbone kabel jaringan sebagai interkoneksi antar bridge. Wireless Distribution System fitur memungkinkan kita membuat jaringan-2 wireless yang besar dengan cara membuat link beberapa wireless access point dengan WDS Links. Wireless Distribution System normalnya digunakan untuk membangun jaringan yang besar dimana menarik kabel jaringan adalah tidak memungkinkan, alias mahal, terbatas, atau secara fisik tidak memungkinkan untuk ditarik.
WDS Point to Multi Point

WDS Point to Multi Point

Gambar diatas ini adalah contoh konfigurasi WDS Link yang menghubungkan Point to multi point WDS Link. Sementara gambar dibawah berikut ini menggambarkan contoh diagram WDS Link yang berfungsi sebagai WDS Repeater.
WDS Repeater

WDS Repeater

Wireless Bridge dan Wireless Repeater

Pada diagram tiga gambar diatas, WDS dapat di bangun dalam beberapa konfigurasi, point-to-point; point-to-multipoint; dan WDS repeater.

Wireless Bridge

Wireless Distribution System yangditunjukkan pada gambar dibawah ini sering disebut sebagai konfigurasi “wireless bridge”, karena terjadi koneksi dua jaringan LAN pada layer data link. Access point bertindak sebagai standard bridge yang melewatkan traffic antar WDS Link (link yang menghubungkan ke access point / bridge lainnya) dan sebuah Ethernet port. Sebagai standard bridge, access point mempelajari MAC address sampai 64 wireless dan atau total 128 piranti wireless dan wired, yang dikoneksikan ke masing-2 port Ethernet untuk membatasi jumlah data yang dilewatkan. Hanya data yang ditujukan kepada station yang diketahui berada pada peer Ethernet link, data multicast atau data dengan tujuan yang tidak diketahui yang perlu dilewatkan ke peer access point melalui WDS link.
Wireless Bridge concept

Wireless Bridge concept

Misalnya jika sebuat frame Ethernet 802.3 dikirim dari wired station 1 (Sta 1) menuju ke Sta3 pada gambar, penterjemahan frame diperlukan sementara frame dilewatkan melalui WDS link antar AP1 dan AP2. Saat AP1 menerima frame, frame diterjemahkan kepada standard 802.11 dengan format frame 4 address sebelum dikirim melalui WDS frame. Pada format frame 4 address

* MAC address dari Sta1,
* MAC address dari AP1,
* MAC address dari AP2,
* dan MAC address dari Sta3

semua dimasukkan dalam header frame 802.11, dan frame data adalah sama seperti frame Ethernet aslinya. Berdasarkan format empat address frame tersebut, AP2 akan me-rekonstruksi kembali Ethernet frame 802.3 jika frame dilewatkan kepada LAN2. Jika AP-2 tersebut dikonfigure dengan algoritma security, AP1 atau AP2 akan melakukan inkripsi (dekripsi) format frame empat address ini sebelum melewatkan frame.

Dilihat dari Sta3, fungsi bridging adalah transparent; yaitu frame yang diterima adalah sama seolah Sta1 dan Sta3 berada pada segment LAN yang sama.
WDS dalam fungsi repeater

WDS dalam fungsi repeater

Wireless Repeater

Pada gambar diatas ini, AP2 digunakan untuk memperluas jaringan / jangkauan infrastructure wireless dengan jalan melewatkan traffic antara station wireless dan AP yang terhubung secara kabel dengan jaringan local. Catatan bahwa traffic Ethernet tidak di forward dengan cara demikian. Traffic antara Sta3 dan Sta4 tidak di forward melalui WDS link, begitu juga Sta5 dan Sta6. Dengan mode wireless bridge, Access point yang dioperasikan dalam mode repeater perlu menterjemahkan frame kedalam format frame yang lain saat forward frame antara koneksi wireless dan WDS link, format frame 3-address 802.11 digunakan pada wireless yang terhubung dengan wireless stations, sementara untuk koneksi WDS link dengan access point yang lain menggunakan format 4-address 802.3 frame. Encryption / decryption juga dilaksanakan jika AP di configure dengan keamanan.

Hampir dalam suatu infrastruktur jaringan windows 2003 misalnya, tidak jarang peluasan jaringan dilakukan dengan menggunakan wireless access point yang di configure dengan menggunakan technology WDS ini. Akan tetapi tidak semua piranti access point mempunyai kemampuan WDS ini.

Check Wireless USB .. perbandingan beberapa wireless -N USB adapter

aPa eA..??!

kegunaan broadband
Jenis kabel jaringan yang mendukung frekwensi sampai 100 MHz dan kecepatan sampai 1000 Mbps.
Backup
Salinan dari sebuah file yang dibuat untuk memastikan bahwa jika file orisinal rusak atau dihancurkan, maka yang hilang akan diminimalkan dan kebanyakan tidak semua data bisa diperbaiki. Secara khusus, backup dibuat dalam interval reguler, yang disimpan di media yang dapat dipindahkan, misalnya disk Zip, dan diletakkan di lokasi yang terpisah dari komputer.
Broadband connection
Jenis koneksi Internet yang relatif cepat, selalu aktif, dan cocok untuk mempertukarkan file-file besar, misalnya grafis, video, atau musik melalui Internet.
Cable
Jenis koneksi broadband yang populer yang memakai saluran televisi kabel yang sudah ada untuk berhubungan ke Internet. Koneksi kabel jauh lebih cepat dibanding koneksi telepon, membutuhkan modem kabel khusus, dan tidak mengganggu siaran televisi.
Category 5 (Cat5) UTP
Standar industri untuk kabel UTP (unshielded twisted-pair) yang dipakai untuk menghubungkan komputer-komputer di suatu jaringan komputer.
Coaxial
Jenis kabel yang terdiri dari sebuah kabel tembaga yang dikelilingi oleh isolasi dan pelindung lubang kabel yang dihubungkan dengan tanah.
Contacts
Orang yang berkomunikasi dengan Anda di dalam Windows Messenger. Agar ditambahkan ke daftar Windows Messenger Contact, Anda mesti memiliki suatu rekening Passport. Selain itu, Anda perlu menginstal Windows Messenger dan dihubungkan ke Internet untuk berkomunikasi.
Cookie
Kepingan data kecil yang disimpan pada komputer Anda oleh situs Web. Cookie mengaktifkan situs Web untuk mengenali kedatangan kembali para pengunjung dan mengizinkan mereka untuk menyimpan setting masing-masing, seperti nama logon, password, dan setting halaman yang lazim.
Dial-up connection
Suatu jenis koneksi Internet yang memakai saluran telepon Anda untuk menentukan koneksi. Dial-up connection sangat populer tetapi sangat lambat. Komputer Anda menentukan koneksi Internet dengan memakai sebuah modem melalui saluran telepon dan mensyaratkan pemakaian sepenuhnya saluran telepon Anda selama durasi sesi Internet. Dial-up connection hanya cocok untuk pemakaian Internet yang tidak rutin dan pada umumnya terlampau lambat untuk mempertukarkan file-file besar, misalnya grafis, musik, dan video.
Digital Satellite System (DSS)
Jenis dial-up connection yang memakai piring satelit untuk men-download informasi dari Internet. Walaupun piring DSS dapat men-download informasi secara cepat, koneksi ini hanya satu arah, yang berarti bahwa Anda masih harus menentukan dial-up connection melalui saluran telepon untuk memulai sesi Internet dan mengambil informasi.
Digital Subscriber Line (DSL)
Tipe broadband connection yang populer yang memanfaatkan keuntungan dari bandwidth yang tak dipakai dalam saluran telepon reguler untuk mempertukarkan data. DSL jauh lebih cepat ketimbang dial-up connection atau ISDN, tetapi DSL tidak mengganggu pemakaian telepon sehari-hari.
Ethernet crossover cable
Jenis kabel Ethernet khusus yang membolehkan dua komputer berhubungan satu sama lain secara langsung melalui adapter jaringan Ethernet-nya. Dengan kabel Ethernet yang normal, setiap komputer harus berhubungan ke hub jaringan untuk berkomunikasi.
File server
Sebuah komputer pada suatu jaringan yang menyediakan lokasi sentral untuk menyimpan file sehingga semua komputer lain pada jaringan bisa mengaksesnya. Pada umumnya, sebuah komputer yang bertindak sebagai file server mempunyai hard disk yang besar untuk menyimpan file dan beberapa jenis device backup, misalnya drive tape, untuk memastikan bahwa file tidak hilang atau dihancurkan.
File Transfer Protocol (FTP)
Suatu layanan Internet yang didesain secara spesifik untuk mentransfer file-file dari satu komputer pada Internet ke komputer lain. Server FTP di Internet bisa berisi sejumlah file besar, misalnya program atau gambar, yang dapat di-download para pemakai di Internet ke komputer mereka kapan pun mereka mau.
Firewall
Suatu device hardware atau program yang menolong mencegah akses yang tak berwenang ke sebuah komputer melalui koneksi jaringan. Firewall memantau dan menyaring paket-paket yang dikirimkan dan diterima, yang menyediakan rintangan di antara sebuah komputer atau suatu jaringan dan dunia luar.
First-party cookie
Cookie yang diletakkan pada komputer Anda oleh situs Web yang sedang Anda kunjungi. Lihat juga third-party cookie.
Gateway
Sebuah program software, device hardware, atau komputer khusus yang terletak di antara sebuah komputer atau jaringan dan jaringan lain. Gateway pada umumnya dipakai sebagai rintangan protektif di antara jaringan dan Internet, yang mengelola komunikasi masuk dan komunikasi keluar di antara komputer-komputer di jaringan dan Internet. Lihat juga hardware gateway.
Guest
Jenis rekening pemakai yang bisa mengakses program-program yang sudah diinstal pada komputer, tetapi tidak dapat mengganti setting rekening pemakai atau sistem apa pun. Rekening ini cocok untuk seseorang yang hanya membutuhkan akses temporer ke komputer – misalnya, untuk menjelajahi Web.
Guest computer
Sebuah komputer yang menerima koneksi dari komputer lain, yang ditunjuk sebagai host computer.
Hardware gateway
Suatu kombinasi hardware dan software yang menghubungkan suatu jaringan ke Internet. Gateway pada umumnya juga memakai ukuran untuk mengamankan komputer-komputer pada jaringan rumah Anda dari para pengacau dari luar. Anda dapat memakai sebuah komputer Windows XP sebagai Internet gateway bagi jaringan Anda atau Anda bisa membeli hardware tersendiri, yang juga dinamakan gateway, yang Anda hubungkan ke jaringan Anda dan Anda pakai untuk menentukan koneksi Internet.
Home Phoneline Networking Alliance (HomePNA)
Sekelompok pakar industri yang bekerja untuk menstandarkan desain jaringan yang dihubungkan melalui saluran televisi rumah. Standar tersebut mendorong pabrik-pabrik agar memproduksi device yang memanfaatkan keuntungan dari kabel telepon rumah dan mengizinkan interoperability di antara device-device yang berbeda.
Host
Sebuah komputer yang mengawali koneksi dengan komputer lain yang ditunjuk sebagai guest computer.
Industry Standard Architecture (ISA) slot
Ruang di dalam sebuah komputer untuk menginstal perluasan card, misalnya adapter jaringan. ISA slot biasanya berwarna hitam dan pada umumnya ditemukan hanya di dalam komputer-komputer yang sudah kuno.
Infrared (IR) port
Port di dalam sebuah komputer, seringkali dengan plastik merah di sekelilingnya dan bohlam lampu kecil di bawahnya, yang memancarkan radiasi elektromagnetik, yang membolehkan terjadinya transfer data melalui udara.
Instant collaboration
Kemampuan untuk bekerja dengan orang-orang lain yang sesungguhnya melalui Internet. Collaboration mencakup mentransfer file, bersama-sama memakai whiteboard untuk menggambar, dan bersama-sama memakai aplikasi secara kolaboratif, misalnya Microsoft PowerPoint.
Instant communication
Perluasan penyampaian pesan instan dari teks ke modus komunikasi lain, seperti suara dan video. PC berkemampuan multimedia yang menyertakan speaker, mikrofon, atau headset, bisa menghasilkan suara; kamera Web bisa menghasilkan video.
Instant messaging
Cara berkomunikasi di Internet yang di dalamnya pesan-pesan teks dikirimkan dan diterima secara instan. Tak seperti e-mail, yang disimpan di dalam mail server dan bisa di-download serta dilihat oleh seorang penerima kapan saja, instant message mengharuskan Anda dihubungkan ke Internet dan di-logon ke server atau layanan instant messaging.
Institute of Electrical and Electronics Engineers, Inc. (IEEE)
Suatu organisasi profesional teknik yang mengembangkan standar-standar di bidang teknologi elektronika.
Integrated Services Digital Network (ISDN)
Jenis dial-up connection yang memanfaatkan keuntungan dari bandwidth yang tak dipakai melalui saluran telepon reguler untuk mempertukarkan data. Kecepatan transmisi untuk ISDN lebih cepat dibanding dial-up connection, tetapi agak lambat dibanding DSL atau cable. ISDN mensyaratkan pemakaian sepenuhnya saluran telepon Anda untuk menentukan koneksi dan pada umumnya lebih mahal dibanding pilihan-pilihan lain.
Internet connection
Koneksi ke jaringan komputer-komputer di seluruh dunia. Komputer Anda bisa berhubungan dengan memakai modem dan saluran telepon Anda atau melalui broadband connection, misalnya DSL atau cable modem. Ketika Anda dihubungkan ke Internet, Anda memiliki akses ke informasi yang disimpan pada komputer-komputer yang berbeda di seluruh dunia.
Internet Connection Sharing
Fitur di dalam Windows XP dan Windows versi di aatasnya yang mengizinkan banyak komputer pada suatu jaringan memakai koneksi tunggal secara serentak ke Internet.
Internet Service Provider (ISP)

SSH_wikipedia

Secure Shell atau SSH adalah protokol jaringan yang memungkinkan pertukaran data melalui saluran aman antara dua perangkat jaringan. Terutama banyak digunakan pada sistem berbasis Linux dan Unix untuk mengakses akun shell, SSH dirancang sebagai pengganti Telnet dan shell remote tak aman lainnya, yang mengirim informasi, terutama kata sandi, dalam bentuk teks sederhana yang membuatnya mudah untuk dicegat. Enkripsi yang digunakan oleh SSH menyediakan kerahasiaan dan integritas data melalui jaringan yang tidak aman seperti Internet.




SSH menggunakan kriptografi kunci publik untuk mengotentikasi komputer remote dan biarkan komputer remote untuk mengotentikasi pengguna, jika perlu. SSH biasanya digunakan untuk login ke mesin remote dan mengeksekusi berbagai perintah, tetapi juga mendukung tunneling, forwarding TCP port dan X11 connections; itu dapat mentransfer file menggunakan terkait SFTP atau SCP protocols. SSH menggunakan klien-server model. Yang standar TCP port 22 telah ditetapkan untuk menghubungi server SSH. Sebuah klien program SSH ini biasanya digunakan untuk membangun koneksi ke SSH daemon untuk dapat diremote. Keduanya biasanya terdapat pada sistem operasi modern, termasuk Mac OS X, Linux, FreeBSD, Solaris dan OpenVMS. Tersedia versi berpemilik, freeware dan open source untuk berbagai tingkat kerumitan dan kelengkapan.


Sejarah

Pada tahun 1995, Tatu Ylönen, seorang peneliti di Helsinki University of Technology, Finlandia, merancang versi pertama protokol (sekarang disebut SSH-1) karena didorong oleh peristiwa serangan pembongkaran sandi di jaringan universitas. Tujuan dari pembuatan SSH adalah untuk menggantikan fungsi rlogin, TELNET, dan rsh protokol, yang tidak memberikan otentikasi kuat atau menjamin kerahasiaan. Ylönen merilis SSH sebagai freeware pada bulan Juli 1995, dan tool tersebut berkembang dengan cepat untuk mendapatkan popularitas. Menjelang akhir 1995, basis pengguna SSH telah tumbuh hingga 20.000 pengguna di lima puluh negara.

Pada bulan Desember 1995, Ylönen mendirikan SSH Communications Security untuk memasarkan dan mengembangkan SSH. Versi asli dari software yang digunakan SSH adalah berbagai potongan perangkat lunak bebas, seperti GNU libgmp, tetapi versi yang dikeluarkan oleh Secure SSH Communications semakin berkembang menjadi perangkat lunak berpemilik.

Pada tahun 1996, sebuah versi revisi protokol dirancang, SSH-2, yang tidak cocok dengan SSH-1. Fitur SSH-2 mencakup kedua fitur keamanan dan peningkatan perbaikan atas SSH-1. Keamanan yang lebih baik, misalnya, datang melalui algoritma pertukaran kunci Diffie-Hellman dan pemeriksaan dengan integritas yang kuat melalui kode otentikasi pesan. Fitur baru dari SSH-2 mencakup kemampuan untuk menjalankan sejumlah sesi shell melalui satu koneksi SSH.

Pada tahun 1998 ditemukan kerentanan yang digambarkan dalam 1,5 SSH sehingga memungkinkan masuknya konten yang tidak sah ke dalam aliran data SSH terenkripsi karena integritas data tidak mencukupi perlindungan dari CRC-32 yang digunakan dalam protokol versi ini. Sebuah perbaikan (SSH Compentation Attack Detector) diperkenalkan ke dalam banyak implementasi.

Pada tahun 1999, pengembang menginginkan versi perangkat lunak bebas untuk tersedia kembali seperti rilis 1.2.12, yang lebih tua dari program ssh asli, yang terakhir dirilis di bawah lisensi open source. OSSH Björn Grönvall ini kemudian dikembangkan berdasarkan basis kode ini. Tak lama kemudian, para pengembang OpenBSD menggunakan kode Grönvall untuk melakukan pengembanga yang lebih luas di atasnya, sehingga terciptalah OpenSSH, yang dimasukkan dalam rilis OpenBSD 2.6. Dari versi ini, sebuah cabang "portable" dibentuk untuk dapat memportingkan OpenSSH pada sistem operasi lain.

Diperkirakan, sejak tahun 2000, terdapat lebih dari 2.000.000 pengguna SSH.

Pada tahun 2005, OpenSSH adalah satu-satunya aplikasi ssh yang paling populer, yang diinstal secara default dalam sejumlah besar sistem operasi. Sementara itu, OSSH telah menjadi usang.

Pada tahun 2006, protokol SSH-2 yang telah disebutkan di atas, diusulkan untuk menjadi Standar Internet dengan penerbitan oleh IETF "secsh" work group dari RFC (lihat referensi).

Pada tahun 2008 sebuah kelemahan kriptografi ditemukan pada SSH-2 yang memungkinkan pengambilan sampai 4 byte plaintext dari aliran data SSH tunggal di bawah kondisi khusus. Namun hal ini telah diperbaiki dengan mengubah mode enkripsi standar OpenSSH 5,2.

Penggunaan SSH

SSH adalah sebuah protokol yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi. Beberapa aplikasi di bawah ini mungkin membutuhkan fitur-fitur yang hanya tersedia atau yang kompatibel dengan klien atau server SSH yang spesifik. Sebagai contoh, menggunakan protokol SSH untuk mengimplementasikan VPN adalah dimungkinkan, tapi sekarang hanya dapat dengan implementasi server dan klien OpenSSH.

* untuk login ke shell pada remote host (menggantikan Telnet dan rlogin)
* untuk mengeksekusi satu perintah pada remote host (menggantikan rsh)
* untuk menyalin file dari server lokal ke remote host. Lihat SCP, sebagai alternatif untuk rcp
* dalam kombinasi dengan SFTP, sebagai alternatif yang aman untuk FTP transfer file
* dalam kombinasi dengan rsync untuk mem-backup, menyalin dan me-mirror file secara efisien dan aman
* untuk port forwarding atau tunneling port (jangan dikelirukan dengan VPN yang rute paket antara jaringan yang berbeda atau menyambung dua wilayah broadcast menjadi satu)
* untuk digunakan sebagai VPN yang terenkripsi penuh. Perhatikan bahwa hanya OpenSSH server dan klien yang mendukung fitur ini
* untuk meneruskan X11 melalui beberapa host
* untuk browsing web melalui koneksi proxy yang dienkripsi dengan klien SSH yang mendukung protokol SOCKS
* untuk mengamankan mounting direktori di server remote sebagai sebuah sistem file di komputer lokal dengan menggunakan SSHFS
* untuk mengotomasi remote monitoring dan pengelolaan server melalui satu atau lebih dari mekanisme seperti yang dibahas di atas


Arsitektur SSH

SSH-2 protokol memiliki arsitektur internal (didefinisikan dalam RFC 4.251) pada lapisan terpisah dengan baik. Yaitu:

* Lapisan transportasi (RFC 4253). Lapisan ini menangani pertukaran kunci awal dan server otentikasi dan set up enkripsi, kompresi dan integritas verifikasi. Lapisan ini memperlihatkan ke lapisan atas sebuah antarmuka untuk mengirim dan menerima paket teks terang hingga masing-masing 32.768 byte (atau lebih yang diperbolehkan oleh implementasi). Lapisan transportasi juga mengatur ulang pertukaran kunci, biasanya setelah 1 GB data yang ditransfer atau setelah 1 jam telah berlalu, tergantung mana yang lebih cepat.
* Lapisan otentikasi pengguna (RFC 4252). Lapisan ini menangani otentikasi klien dan menyediakan sejumlah metode otentikasi. Otentikasi client-driven: ketika seseorang diminta untuk memasukkan password, mungkin diminta oleh klien SSH, bukan servernya. Server hanya menanggapi permintaan otentikasi klien. Metode otentikasi pengguna yang sering digunakan meliputi:
o password: sebuah metode untuk otentikasi password secara langsung, termasuk fasilitas yang memungkinkan sandi untuk diubah. Metode ini tidak diimplementasikan pada semua program.
o kunci publik: sebuah metode untuk otentikasi berbasis kunci publik, biasanya mendukung setidaknya pasangan kunci DSA atau RSA, pada implementasi lain juga mendukung sertifikat X.509.
o keyboard-interactive (RFC 4256): sebuah metode serbaguna di mana server akan mengirimkan satu atau lebih prompt untuk memasukkan informasi sehingga klien menampilkannya dan mengirimkan kembali tanggapan oleh pengguna. Digunakan untuk menyediakan otentikasi password sekali-waktu seperti S/Key atau SecurID. Digunakan oleh beberapa konfigurasi OpenSSH dimana PAM bertindak sebagai penyedia otentikasi host yang mendasar agar secara efektif dapat menyediakan otentikasi password, namun kadang-kadang menyebabkan kegagalan untuk login dengan klien yang hanya mendukung metode otentikasi password biasa.
o metode otentikasi GSSAPI yang menyediakan sebuah skema extensible untuk melakukan otentikasi SSH menggunakan mekanisme eksternal seperti Kerberos 5 atau NTLM, menyediakan satu kemampuan sign on untuk sesi SSH. These methods are usually implemented by commercial SSH implementations for use in organizations, though OpenSSH does have a working GSSAPI implementation. Metode ini biasanya digunakan pada implementasikan SSH komersial untuk digunakan dalam organisasi, meskipun OpenSSH memang memiliki implementasi kerja GSSAPI.
* Lapisan koneksi. Lapisan ini mendefinisikan konsep kanal, kanal permintaan dan permintaan global menggunakan layanan yang disediakan SSH. Sebuah koneksi SSH dapat melayani beberapa kanal secara bersamaan, masing-masing mentransfer data dalam dua arah. Permintaan kanal tersebut digunakan untuk menyambungkan saluran data spesifik secara out-of-band, seperti perubahan ukuran jendela terminal atau exit code dari sebuah proses server-side. Klien SSH meminta sebuah port server-side untuk diteruskan menggunakan sebuah permintaan global. Jenis saluran standar yang tersedia adalah:
o shell untuk terminal, SFTP dan request exec (termasuk transfer SCP)
o direct-tcpip untuk koneksi klien-ke-server yang diteruskan
o forwarded-tcpip for server-to-client forwarded connections forwarded-tcpip untuk koneksi server-ke-klien yang diteruskan
* SSHFP DNS record (RFC 4255) menyediakan sidik jari kunci publik untuk membantu memverifikasi keaslian host.

Fungsi lapisan transportasi sendiri sebanding dengan TLS; lapisan otentikasi pengguna sangat extensible dengan metode otentikasi khusus; dan lapisan sambungan menyediakan kemampuan untuk membuat banyak sesi sekunder ke dalam satu koneksi SSH, sebuah fitur yang sebanding dengan BIP dan tidak tersedia di TLS.
[sunting] Peringatan keamanan

Sejak SSH-1 memiliki kelemahan desain yang melekat dan membuatnya rentan (misalnya, terhadap serangan man-in-the-middle), sekarang umumnya dianggap usang dan harus dihindari pengguannya dengan menonaktifkan fallback ke SSH-1 secara eksplisit. Sementara server dan klien modern telah mendukung SSH-2, beberapa organisasi masih menggunakan perangkat lunak tanpa dukungan untuk SSH-2, dan dengan demikian SSH-1 tidak selalu dapat dihindari.

Dalam semua versi SSH, penting untuk memverifikasi kunci publik sebelum menerimanya secara valid. Menerima seorang kunci publik atttacker sebagai kunci publik yang valid memiliki efek membuka password yang ditransmisikan dan memungkinkan serangan man in-the-middle.

SSH

SSH

SSH adalah protokol untuk login ke server remote. Server hosting berbasis Unix/Linux umumnya memiliki fitur ini, namun bisa atau tidaknya Anda melakukan SSH/shell bergantung pada paket hosting yang Anda pilih. Lihat website kami atau hubungi kami untuk mengetahui apakah fitur SSH tersedia bagi paket hosting Anda.
Spanel

Di server Spanel, demi keamanan defaultnya fitur SSH dimatikan (walaupun paket hosting Anda memiliki fitur SSH). Untuk menghidupkannya, loginlah ke control panel hosting lalu klik Prefs, lalu set Fitur SSH/Telnet aktif ke Ya dan klik Submit.

Loginlah menggunakan username yaitu username utama Anda, dan password yaitu password utama akun hosting Anda, bukan username/password Masterkey.
cPanel

XXX

Loginlah menggunakan username yaitu username utama Anda, dan password yaitu password utama akun hosting Anda, bukan username/password Masterkey.